Pemilik Kedai Kopi Cimanuk ingin ruang seluas 42 m² terasa lebih luas tanpa membongkar struktur toko yang sudah ada. Tantangan utamanya bukan soal gaya, tapi soal sirkulasi di jam sibuk.
Meja kasir, area seduh, dan tempat duduk pelanggan harus berjalan tanpa saling menghalangi — terutama saat jam sibuk, ketika ruang gerak staf dan pelanggan bertabrakan di satu jalur yang sama.
Ruang seluas 42 m² terasa sempit karena tata letak lama menumpuk stok dan pelanggan di jalur yang sama, tanpa memungkinkan pembongkaran struktur toko yang sudah berjalan.
Partisi kayu setengah tinggi sebagai pembatas visual, rak gantung custom di sisi kasir agar stok tak memakan lantai, serta pencahayaan warm-white di area duduk dan spot light di meja seduh. Pengerjaan lima minggu disesuaikan jam operasional, pekerjaan berat di luar jam buka.